DSI YPTA Surabaya Hadirkan Website PLD Berstandar WCAG 2.0
Direktorat Sistem Informasi
(DSI) YPTA Surabaya menghadirkan website Pusat Layanan Disabilitas (PLD) Untag
Surabaya dengan standar aksesibilitas global Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) 2.0.
Website ini dapat diakses
melalui https://pld.untag-sby.ac.id
dan menjadi bagian dari pengembangan layanan digital yang dirancang berbasis
kebutuhan pengguna, khususnya bagi civitas akademika dengan disabilitas.
“Website ini kami rancang agar
setiap pengguna, tanpa terkecuali, memiliki akses yang setara terhadap layanan
dan informasi kampus,” ujar Direktur DSI YPTA Surabaya, Eko Halim, M.Kom (31/3)
Pengembangan dilakukan DSI melalui
kerja sama dengan unit Pusat Layanan Disabilitas (PLD) Untag Surabaya, yang
merupakan unit baru di lingkungan kampus. Kehadiran PLD difokuskan untuk
menjamin kesetaraan hak, aksesibilitas, serta dukungan layanan bagi mahasiswa
berkebutuhan khusus.
Dari sisi pengembangan sistem,
DSI menempatkan aspek aksesibilitas sebagai fondasi utama. Implementasi WCAG
2.0 memastikan website tidak hanya dapat diakses, tetapi juga mudah digunakan
oleh berbagai kondisi pengguna.
WCAG 2.0 merupakan pedoman
internasional yang dikembangkan oleh World
Wide Web Consortium (W3C) untuk memastikan konten digital dapat
diakses oleh semua orang, termasuk penyandang disabilitas. Standar ini menjadi
acuan dalam membangun website yang inklusif secara tampilan, struktur, maupun
fungsionalitas.
Secara teknis, WCAG 2.0
disusun dalam empat prinsip utama, yaitu Perceivable,
Operable, Understandable, dan Robust. Prinsip ini
memastikan informasi dapat dipersepsi dengan baik, website dapat dioperasikan
tanpa ketergantungan pada perangkat tertentu seperti mouse, mudah dipahami,
serta kompatibel dengan teknologi bantu seperti screen reader.
Dalam implementasinya, DSI
melengkapi website PLD dengan fitur screen
reader friendly, widget
kontrol aksesibilitas, serta repository
materi inklusif. Fitur ini memungkinkan pengguna menyesuaikan
tampilan, seperti ukuran teks, kontras warna, hingga navigasi yang lebih
sederhana sesuai kebutuhan masing-masing.
Pengembangan website dilakukan
secara bertahap dengan pendekatan berbasis pengguna. DSI juga memastikan setiap
fitur telah melalui proses pengujian agar dapat digunakan secara optimal dan
konsisten di berbagai perangkat.
DSI YPTA Surabaya tidak hanya
membangun sistem, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem digital kampus
yang lebih inklusif, adaptif, dan setara bagi seluruh civitas akademika. (Vania)
Direktorat Sistem Informasi