Selasa, 31 Maret 2026
By Admin
DSI YPTA Surabaya Hadirkan Website PLD Berstandar WCAG 2.0

Direktorat Sistem Informasi (DSI) YPTA Surabaya menghadirkan website Pusat Layanan Disabilitas (PLD) Untag Surabaya dengan standar aksesibilitas global Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) 2.0.

Website ini dapat diakses melalui https://pld.untag-sby.ac.id dan menjadi bagian dari pengembangan layanan digital yang dirancang berbasis kebutuhan pengguna, khususnya bagi civitas akademika dengan disabilitas.

“Website ini kami rancang agar setiap pengguna, tanpa terkecuali, memiliki akses yang setara terhadap layanan dan informasi kampus,” ujar Direktur DSI YPTA Surabaya, Eko Halim, M.Kom (31/3)

Pengembangan dilakukan DSI melalui kerja sama dengan unit Pusat Layanan Disabilitas (PLD) Untag Surabaya, yang merupakan unit baru di lingkungan kampus. Kehadiran PLD difokuskan untuk menjamin kesetaraan hak, aksesibilitas, serta dukungan layanan bagi mahasiswa berkebutuhan khusus.

Dari sisi pengembangan sistem, DSI menempatkan aspek aksesibilitas sebagai fondasi utama. Implementasi WCAG 2.0 memastikan website tidak hanya dapat diakses, tetapi juga mudah digunakan oleh berbagai kondisi pengguna.

WCAG 2.0 merupakan pedoman internasional yang dikembangkan oleh World Wide Web Consortium (W3C) untuk memastikan konten digital dapat diakses oleh semua orang, termasuk penyandang disabilitas. Standar ini menjadi acuan dalam membangun website yang inklusif secara tampilan, struktur, maupun fungsionalitas.

Secara teknis, WCAG 2.0 disusun dalam empat prinsip utama, yaitu Perceivable, Operable, Understandable, dan Robust. Prinsip ini memastikan informasi dapat dipersepsi dengan baik, website dapat dioperasikan tanpa ketergantungan pada perangkat tertentu seperti mouse, mudah dipahami, serta kompatibel dengan teknologi bantu seperti screen reader.

Dalam implementasinya, DSI melengkapi website PLD dengan fitur screen reader friendly, widget kontrol aksesibilitas, serta repository materi inklusif. Fitur ini memungkinkan pengguna menyesuaikan tampilan, seperti ukuran teks, kontras warna, hingga navigasi yang lebih sederhana sesuai kebutuhan masing-masing.

Pengembangan website dilakukan secara bertahap dengan pendekatan berbasis pengguna. DSI juga memastikan setiap fitur telah melalui proses pengujian agar dapat digunakan secara optimal dan konsisten di berbagai perangkat.

DSI YPTA Surabaya tidak hanya membangun sistem, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem digital kampus yang lebih inklusif, adaptif, dan setara bagi seluruh civitas akademika. (Vania)